Mitos Jeruk Yang Tidak Anda Ketahui

Mitos Jeruk Yang Tidak Anda Ketahui – Anda suka jeruk? jika iya lanjut baca, jika tidak Anda bisa pergi kok. Sebenarnya jeruk adalah buah rakyat indonesia. Karena harganya murah pasti banyak yg beli. Jika mahal tidak ada yang beli seperti buah anggur ya kan? Ya engga juga sih tergantung orang maunya beli atau tidak. Lanjut , baca dulu 4 Penyebab Sakit Punggung dan Cara Mengatasinya ok lanjut.

Saat Batuk Jangan Minum Air Jeruk

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa konsumsi air jeruk tidak menyebabkan batuk akibat alergi pada mereka yang menderita asma. Jus jeruk murni mengandung vitamin C yang justru membantu pemulihan flu (yang menyebabkan batuk). Selainitu, penelitian menunjukkan lebih rendahnya kecenderungan batuk pada mereka yang konsumsi vitamin C-nya lebih tinggi 25.

Namun, untuk beberapa orang yang sensitif jeruk atau tenggorokannya sedang radang, rasa asam dari jusfairjeruk memang bisa memancing batuk-batuk“. Jeruk danjusjeruk memang sering kali disarankan para ahli kesehatan untuk dihindari saat sedang batuk kata https://danta-article.com. Kalau minum jus jeruk membuat batuk-batuk Anda malah makin parah, beralihlah ke jus buah lainnya yang rasanya kurang masam namun tetap kaya vitamin C (misalnya apel).

Makan Jeruk Setelah Minum Susu Menyebabkan Diare

Isu ini muncul karena sifat khas susu: menggumpal ketika bertemu dengan asam (seperti asam dalam jeruk). Walaupun begitu, hal ini tidak berbahaya dan tidak mengurangi manfaat susu, sehingga hal ini hanyalah mitos belaka. Bila tetap terkena diare setelah minum susu (dengan tanpa jeruk), mungkin Anda mengalami intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa adalah ketidakmampuan tubuh untuk mencerna laktosa (karbohidrat khas dalam susu). Laktosa yang tak tecerna ini kemudian digunakan oleh bakteri usus sebagai sumber energi. Hasilnya adalah gejala mual-mual dan diare segera setelah mengonsumsi susu. Untungnya gejala ini bisa ditanggulangi dengan melatih toleransi tubuh terhadap laktosa. Caranya, minumlah susu sedikit demi sedikit hingga tubuh Anda terbiasa.

About The Author